Merupakan salah satu dari tiga produk pertama yang kami luncurkan. Kubus Takwa dengan kode produk P.01 ini dapat menjadi pilihan aksesoris Anda. Sebagai gantungan kunci atau sekedar sebagai penghias di sudut ruang dirumah Anda.
Disetiap sisinya terdapat Huruf Aksara Jawa sekaligus merupakan media pengenalan Aksara Jawa ke masyarakat luas. Juga dapat memperkenalkan aksara Jawa dengan cara yang unik dan
menyenangkan sehingga dapat membangkitkan kecintaan anak akan kebudayaan
khususnya kebudayaan Jawa.
Tersedia dalam berbagai macam warna pilihan. (ve)
Suku bangsa Jawa merupakan salah satu suku yang maju dalam peradaban karena sudah mengenal aksara (tradisi tulis) sejak tahun 700 M (Riyadi, 1996 : 15). Tradisi tulis ini semakin berkembang dan akhirnya menghasilkan tulisan aksara Jawa yang berjumlah 20 huruf, terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Ta Nga. Setiap suku kata tersebut mempunyai pasangan, yakni kata yang berfungsi untuk mengikuti suku kata mati dengan suku kata berikutnya. Di dalam aksara Jawa juga dikenal huruf kapital yang dinamakan Aksara Murda. Penggunaannya untuk menulis nama gelar, nama diri, nama geografi, dan nama lembaga. Aksara Jawa sudah mendapat pengakuan resmi dari Unicode, lembaga di bawah UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 bersamaan dengan penetapan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia. Dengan adanya pengakuan itu, aksara Jawa dipakai untuk komputer yang setara dengan huruf lain di dunia seperti Latin, Cina, Arab, dan Jepang.


Namun, kini keberadaan aksara Jawa sudah tergusur seiring dengan tidak lagi digunakannya bahasa Jawa sebagai media komunikasi. Menurut penelitian BAPEDA DIY (2004 : 73-74) mengenai pembelajaran bahasa Jawa, didapatkan bahwa 93% guru di SD dan SMP hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi pembelajaran aksara Jawa. Media pembelajaran pun terbatas pada media tradisional seperti gambar dinding dan kaset tembang sehingga diperlukan perubahan pembelajaran aksara Jawa yang terus menerus dari tahap perencanaan pembelajaran sampai dengan evaluasi dan remedial teaching.
Dari sinilah kami melihat peluang usaha untuk menawarkan konsep yang dapat mengenalkan aksara Jawa dengan sangat menarik terutama untuk siswa sekolah dasar. Tempat yang menjadi sasaran awal dari program ini adalah sekolah-sekolah dasar yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Data Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia Dinas Propinsi DI Yogyakarta Periode 2011/2012, jumlah SD/MI di lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta yaitu sebanyak 2.068 sekolah dengan total siswa 295.486.
Kesempatan lebar ini kami tuangkan dalam Takwa (Taman Aksara Jawa), sebuah inovasi pembelajaran dalam memperkenalkan aksara Jawa dengan cara yang unik dan menyenangkan sehingga dapat membangkitkan kecintaan anak akan kebudayaan khususnya kebudayaan Jawa. Konsep ini berisi boneka yang berbentuk aksara Jawa yang memuat nilai-nilai filosofi aksara Jawa. (ik)
Aksara Jawa merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan pengakuan resmi dari Unicode, lembaga di bawah UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 bersamaan dengan penetapan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia. Aksara Jawa ini berjumlah 20 huruf, terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Ta Nga.
Namun, kini keberadaan aksara Jawa semakin tergusur oleh kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Masyarakat menganggap budaya aksara Jawa sudah kuno dan ketinggalan zaman. Minat belajar budaya dari kalangan siswa sekolah pun mulai berkurang karena proses pembelajaran budaya di sekolah menggunakan metode ceramah dalam setiap penyampaian materi pembelajaran aksara Jawa sehingga membosankan. Maka, sangat dibutuhkan sarana pembelajaran yang menarik bagi siswa dan dapat memudahkan guru dalam mengajar.
Kebutuhan dan keterbatasan itulah yang memberikan peluang usaha untuk membuat sarana belajar budaya yang lebih inovatif dan atraktif. Takwa (Taman Aksara Jawa), sebuah inovasi pembelajaran dalam memperkenalkan aksara Jawa dengan cara yang unik dan menyenangkan sehingga dapat membangkitkan kecintaan masyarakat terutama anak akan kebudayaan Indonesia khususnya kebudayaan Jawa. Konsep Takwa ini berisi boneka yang berbentuk aksara Jawa yang memuat nilai-nilai filosofi aksara Jawa.
Komposisi budaya dan pendidikan yang terkandung dalam Takwa membuat produk ini memiliki peluang bisnis yang menjanjikan. Hal ini didukung pula oleh kesadaran masyarakat terutama warga Yogyakarta tentang pelestarian budaya khususnya aksara Jawa. Penulisan papan nama instansi pemerintahan dan keterangan jalan-jalan di seluruh wilayah Yogyakarta pun masih menggunakan aksara Jawa sebagai media komunikasi berupa tulisan.
Selain untuk memperkenalkan kembali budaya aksara Jawa kepada masyarakat luas, Takwa juga memiliki tujuan khusus yakni siswa-siswa sekolah dasar dapat kembali mencintai kebudayaan asli Indonesia khususnya aksara Jawa. Mereka dapat memahami makna dan cara penulisan aksara Jawa sesuai dengan yang diajarkan para pendahulu.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka kami akan melakukan promosi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah dasar di Yogyakarta. Selain itu, menjalin kerja sama dengan para budayawan atau kelompok pecinta budaya di Yogyakarta, Dinas Pendidikan Yogyakarta, dan Dinas Kebudayaan Yogyakarta agar pengenalan produk menjadi lebih cepat dan mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat. (ik)