@bonekatakwa bonekatakwa@gmail.com

Minggu, 27 Juli 2014

TAKWA DAN UPAYANYA MELESTARIKAN BUDAYA

01.10

Share it Please

Suku bangsa Jawa merupakan salah satu suku yang maju dalam peradaban karena sudah mengenal aksara (tradisi tulis) sejak tahun 700 M (Riyadi, 1996 : 15). Tradisi tulis ini semakin berkembang dan akhirnya menghasilkan tulisan aksara Jawa yang berjumlah 20 huruf, terdiri dari Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Ta Nga. Setiap suku kata tersebut mempunyai pasangan, yakni kata yang berfungsi untuk mengikuti suku kata mati dengan suku kata berikutnya. Di dalam aksara Jawa juga dikenal huruf kapital yang dinamakan Aksara Murda. Penggunaannya untuk menulis nama gelar, nama diri, nama geografi, dan nama lembaga. Aksara Jawa sudah mendapat pengakuan resmi dari Unicode, lembaga di bawah UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009 bersamaan dengan penetapan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia. Dengan adanya pengakuan itu, aksara Jawa dipakai untuk komputer yang setara dengan huruf lain di dunia seperti Latin, Cina, Arab, dan Jepang.

Namun, kini keberadaan aksara Jawa sudah tergusur seiring dengan tidak lagi digunakannya bahasa Jawa sebagai media komunikasi. Menurut penelitian BAPEDA DIY (2004 : 73-74) mengenai pembelajaran bahasa Jawa, didapatkan bahwa 93% guru di SD dan SMP hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi pembelajaran aksara Jawa. Media pembelajaran pun terbatas pada media tradisional seperti gambar dinding dan kaset tembang sehingga diperlukan perubahan pembelajaran aksara Jawa  yang terus menerus dari tahap perencanaan pembelajaran sampai dengan evaluasi dan remedial teaching.

Dari sinilah kami melihat peluang usaha untuk menawarkan konsep yang dapat mengenalkan aksara Jawa dengan sangat menarik terutama untuk siswa sekolah dasar. Tempat yang menjadi sasaran awal dari program ini adalah sekolah-sekolah dasar yang terdapat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut Data Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia Dinas Propinsi DI Yogyakarta Periode 2011/2012, jumlah SD/MI di lima kabupaten/kota di DI Yogyakarta yaitu sebanyak 2.068 sekolah dengan total siswa 295.486.

Kesempatan lebar ini kami tuangkan dalam Takwa (Taman Aksara Jawa), sebuah inovasi pembelajaran dalam memperkenalkan aksara Jawa dengan cara yang unik dan menyenangkan sehingga dapat membangkitkan kecintaan anak akan kebudayaan khususnya kebudayaan Jawa. Konsep ini berisi boneka yang berbentuk aksara Jawa yang memuat nilai-nilai filosofi aksara Jawa. (ik)

0 komentar:

Posting Komentar